Prophetic Entrepreneurship

Radik

Pengangguran adalah masalah terbesar di Indonesia. Penyebab utamanya adalah bahwa mindset menjadi pekerja sudah mendarahdaging di sanubari bangsa ini. Maka dari itu, sangat sering kita mendengar cita cita anak TK atau SD kelas satu bahwa mereka ingin menjadi dokter, pilot, tentara, polisi, dan lain sebagainya. Jika kita cermati, semua cita cita tersebut adalah menjadi pekerja atau mencari pekerjaan dan pasti melamar pekerjaan. Sehingga sejak kecil bangsa ini sudah didoktrin untuk tidak bergairah dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Menjadi wirausahawan adalah tentang keberanian dalam mengelola uang untuk membuatnya bertambah sehingga bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Selain keberanian, mengelola uang juga membutuhkan kebiasaan atau pembiasaan. Sedangkan pendidikan di SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi tidak pernah membiasakan kita untuk belajar mengelola uang. Kita baru tersadar akan pentingnya pengelolaan uang (Financial Management) setelah bertubi dibenturkan oleh berat dan pahitnya kehidupan ketika dijalani tanpa pengelolaan uang yang teratur.

Selain mindset pencari kerja dan ketidakpiawaian dalam mengelolan uang, bangsa ini juga kebingungan dalam mencari sosok teladan dalam hal berwirausaha. Banyak tokoh tokoh bertebaran di sana sini, bahkan ada yang membuat klasemen siapa tokoh wirausahawan nomer satu, dua dan seterusnya. Padahal, sebagai bangsa yang relijius, kita punya tokoh panutan yang berkaliber internasional dalam hal kewirausahaan. Dia adalah Nabi Muhammad SAW.

Kesuksesan beliau dalam berwirausaha bisa diterjemahkan secara gambling dalam angka angka kualitatif. Bukti yang paling sederhana bahwa Nabi Muhammad adalah tokoh fenomenal dalam dunia perniagaan adalah mahar pernikahannya yang FANTASTIS! Beliau menikahi Khadijah dengan mas kawin 125 ekor unta merah. Harga unta merah adalah yang paling tinggi di pasaran, jika ditotal maka nominal mahar pernikahan Nabi Muhammad adalah Rp 6.000.000.000,- (6 milyar). Angka sebesar ini adalah mahar yang Susah ditandingi baik di zaman itu ataupun di zaman sekarang.

Jika kita lihat sejarah Nabi, beliau mulai berdagang pada usia 15 tahun dan menikah pada usia 25 tahun. Artinya, Kekayaan sebesar 6 milyar itu berhasil dikumpulkan dalam waktu 10 tahun. Dengan kata lain penghasilan Nabi Muhammad dalam sebulan akan ditemukan di angka 50 juta. Posisi apa di perusahaan yang berpenghasilan 50 juta per bulan? Ternyata angka ini sangat wajar karena mobilitas perdagangan Nabi Muhammad menjangkau wilayah Syiria, Yaman, Iraq, dan Yordania. Sehingga cukup layak jika Beliau ditasbihkan sebagai tokoh klasik perdagangan internasional.

Lalu apa rahasia Nabi Muhammad menjadi sebesar dan sesukses itu dalam berwirausaha? Rahasia berdagang beliau bisa disingkat dalam 4 huruf F.A.S.T. Huruf pertama F berarti Fathonah (Knowledgeable). Artinya dalam berniaga kita harus bergerak dalam bidang yang kita kuasai sehingga kita memiliki modal pengetahuan atau keilmuan yang dalam terhadap bidang usaha tersebut. Selain memiliki pengetahuan banyak, secara otomatis kita pasti memiliki jaringan yang luas karena itu adalah dunia kita. Huruf kedua ‘A’ berarti Amanah (Trusted). Kunci keberhasilan usaha sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama adalah kepercayaan pelanggan. Masalah kepercayaan public terhadap Nabi Muhammad sudah tidak usah diragukan lagi, karena beliau sudah digelari orang Makkah sebagai Al Amin (yang dapat dipercaya). Sedangkan huruf yang ketiga ‘S’ berarti Shiddiq (Honest) atau benar/jujur. Kejujuran Nabi Muhammad adalah kunci keberhasilan bisnisnya dalam waktu yang lama karena semua bisnis yang penuh kebohongan pasti umurnya pendek sebab prinsip yang berlaku bahwa kebohongan pasti akan terungkap, hanya masalah waktu saja. Huruf terakhir ‘T’ berarti Tabligh (Communicative) yang juga berarti menyampaikan. Sebagai pebisnis kita harus memberitahu dagangan kita kepada banyak orang karena semakin banyak orang yang tahu semakin besar kemungkinan orang tertarik, semakin besar orang yang tertarik maka semakin besar pula orang yang akan membeli.

Ternyata sesederhana itu saja rahasia bisnis Nabi Muhammad. Selain itu, seluruh teori pokok dalam dunia bisnis semuanya tidak ada yang bertentangan dengan prinsip berdagang Nabi Muhammad. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah peletak dasar dasar Teori Kewirausahaan karena sampai sekarang prinsip prinsip beliau masih diadopsi oleh para pebisnis di era modern.

By Radik Darmawan

1 Comment on "Prophetic Entrepreneurship"

  1. Amazing….

Leave a comment

Your email address will not be published.

*